Tumbuh di rumah tangga Italia, makanan lebih dari sekedar makanan— makanan adalah sebuah seni. Bawang putih, bahan utama masakan Italia dan banyak masakan lainnya, menambah kedalaman, aroma, dan manfaat kesehatan pada masakan. Sifat antibakteri, antivirus, dan antijamurnya mendukung pencernaan, meningkatkan kekebalan, dan dapat membantu menurunkan gula darah dan kolesterol—menjadikannya makanan pokok yang menyehatkan jantung.
Bagi pemula, bawang putih ternyata mudah dibudidayakan setelah Anda memahami persyaratannya dan waktu tanam yang optimal. Ini juga berfungsi sebagai pencegah hama alami:aromanya yang kuat mengusir serangga dan bahkan kelinci.
Meskipun bawang putih yang dibeli di toko mudah didapat, umbi yang baru dipanen memberikan rasa dan nutrisi yang unggul. Jika Anda siap menanam sendiri musim ini, bacalah tips ahli dalam memilih varietas, waktu, persiapan tanah, dan perawatan.
Bawang Putih Keras Merah Chesnok
Bawang Putih Keras Merah Chesnok
Bawang Putih Hardneck Putih Kaku Jerman
Bawang Putih Hardneck Putih Kaku Jerman
Pilih Variasi yang Tepat
Klasifikasi bawang putih ke dalam hardneck dan leher lunak menawarkan dua opsi utama untuk pemula. Iklim lokal Anda menentukan jenis mana yang akan tumbuh subur.
Orang yang keras kepala
Varietas yang tahan dingin dan keras unggul di zona USDA 6 ke bawah. Mereka menghasilkan satu cincin cengkeh yang besar dan mudah dikupas dengan rasa yang lebih kuat—ideal untuk uji rasa. Bawang putih hardneck menghasilkan umbi yang cerah, harum, dan beraroma (sering disebut kualitas "makanan" atau "rapuh"), tetapi paling baik disimpan hanya selama tiga hingga enam bulan. Untuk cita rasa yang kuat dan beragam kegunaan kuliner, pilihlah hardneck jika Anda tinggal di zona yang lebih sejuk.
Leher Lembut
Varietas softneck tidak memerlukan musim dingin yang dingin, sehingga cocok untuk taman selatan yang lebih hangat (zona USDA 7+). Rasanya lebih lembut dan tidak terlalu rumit, namun tetap memberikan hasil yang sangat baik. Bawang putih softneck biasanya menghasilkan lebih banyak siung per umbi dan dapat disimpan selama 6–12 bulan setelah proses pengawetan yang tepat, sehingga ideal untuk membuat tanaman herbal atau kebun dapur yang tahan lama.
Gajah
Bawang putih gajah bukanlah bawang putih sebenarnya, melainkan spesies terkait. Tanaman ini memiliki rasa seperti bawang dan sangat mudah ditanam, menjadikannya pilihan yang dapat diandalkan bagi pemula yang mencari jaminan hasil panen.
Tunggu Waktu yang Tepat
Pengaturan waktu sangatlah penting; Siklus pertumbuhan bawang putih paling baik dimanfaatkan dengan menanam pada saat yang tepat. Di sebagian besar wilayah, musim gugur adalah musim tanam utama. Pedoman sederhana untuk pemula adalah menanam pada bulan Oktober, namun tanggal beku setempat harus memandu keputusan akhir.
Zona 3–8
Di daerah beriklim dingin, usahakan menanam antara bulan September dan awal Oktober. Hal ini memungkinkan cengkeh memiliki waktu 4–6 minggu untuk berakar sebelum dormansi musim dingin wajib. Hindari tunas awal yang dapat mengalami kerusakan akibat embun beku.
Zona 8–10
Untuk musim dingin yang lebih sejuk, penanaman dapat diperpanjang dari Oktober hingga Desember, atau bahkan hingga Januari jika suhu tetap di bawah 50°F (10°C). Cengkih yang didinginkan terlebih dahulu selama 6–8 minggu dapat membantu varietas cengkeh keras untuk berhasil di iklim yang lebih hangat.
Pilih Lokasi yang Tepat
Bawang putih membutuhkan sinar matahari langsung selama 6–8 jam dan tanah liat yang memiliki drainase baik. Bedengan yang ditinggikan khususnya menguntungkan di daerah basah, karena dapat memperbaiki drainase dan memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi tanah. Aliran udara yang baik dan jarak tanam minimal tiga tahun sejak tanaman bawang putih atau bawang merah terakhir mengurangi tekanan hama.
Siapkan Tanah
Kendurkan tanah sedalam 8–12 inci dengan garpu taman untuk mencegah pemadatan, yang menghambat pertumbuhan umbi. Gabungkan banyak kompos atau kotoran busuk untuk memperkaya nutrisi dan memperbaiki struktur. PH yang sedikit asam (5,5–6,5) meningkatkan penyerapan nutrisi secara optimal. Pupuk organik seimbang seperti 10‑10‑10 atau campuran tepung darah, tepung alfalfa, dan emulsi ikan dapat digunakan dengan baik.
Siapkan Umbi
Dua puluh empat puluh jam sebelum tanam, pisahkan umbi secara perlahan menjadi satu siung, biarkan kulit tipisnya tetap utuh. Pilih cengkeh terbesar untuk ditanam; yang lebih kecil dapat disediakan untuk keperluan kuliner. Rawat cengkeh secara opsional dengan merendamnya dalam campuran 1 sendok makan soda kue, 1 sendok makan rumput laut cair, dan satu liter air selama 10 menit untuk mencegah infeksi jamur. Pembilasan alkohol sebentar (1–2 menit) yang diikuti dengan pengeringan dapat semakin mengurangi risiko patogen.
Tanam dengan Kedalaman dan Jarak yang Tepat
Tanam cengkeh sedalam 2–3 inci di daerah beriklim sedang, dan 3–4 inci di daerah yang lebih dingin, dengan ujung runcing menghadap ke atas. Beri jarak baris 10–12 inci dan masing-masing siung berjarak 4–6 inci untuk memungkinkan perkembangan umbi penuh. Di tempat tidur yang ditinggikan, pola kisi dengan jarak 6 inci berfungsi dengan baik.
Sumur Mulsa
Setelah tanam, tutupi cengkeh dengan selapis jerami berukuran 3–6 inci atau daun parut. Mulsa yang berwarna terang dan longgar memantulkan panas dan menjaga suhu tanah tetap stabil dan sejuk, yang penting untuk perkembangan akar di musim dingin.
Perawatan Lanjutan
Bawang putih membutuhkan perawatan minimal setelah ditanam. Siram hanya jika tanah terasa kering, karena tanah yang lembab akan menyebabkan pembusukan. Di musim semi, sediakan sekitar satu inci air per minggu, ditambah dengan curah hujan. Terapkan pupuk seimbang saat tunas mencapai tinggi 3–4 inci, ulangi satu bulan kemudian. Jaga agar bedengan bebas dari gulma dan pangkas tanaman awal (hardneck) untuk menghasilkan umbi yang lebih besar.
Panen
Setelah 8–9 bulan, panen jika 3–4 daun bagian bawah berwarna coklat sedangkan daun bagian atas tetap hijau. Gunakan garpu atau sekop taman untuk mengangkat umbi dengan lembut, hindari tarikan batang. Sikat sisa tanah, lalu letakkan umbi dalam satu lapisan untuk diawetkan selama 3–4 minggu di tempat sejuk, kering, dan gelap. Umbi softneck dapat dikepang dan diawetkan sambil digantung. Simpan bawang putih yang sudah diawetkan di tempat yang sejuk dan kering—tidak disarankan untuk menyimpannya di lemari es karena dapat memicu perkecambahan.