Selamat Datang di Pertanian Modern !
home

5 Teknik yang Manusiawi dan Terbukti untuk Menghentikan Induk Ayam

Saat pemeriksaan rutin ayam kami, suami saya Will melihat sesuatu yang tampak seperti telur busuk. Setelah diperiksa lebih dekat, itu adalah sebutir telur ayam besar berwarna hitam—tanda yang jelas bahwa Cochin Bertali Emas kami, Iman, kembali dalam keadaan merenung. Karena ayam tersebut tidak dapat bertelur selama seminggu penuh, saya tahu kami harus melakukan intervensi sebelum telurnya rusak atau kesehatan Iman terganggu.

Setelah bertahun-tahun beternak unggas, saya telah menyaring metode yang paling efektif dan manusiawi untuk mematahkan naluri merenung ayam. Di bawah ini adalah panduan langkah demi langkah yang memprioritaskan pendekatan yang paling tidak menimbulkan stres bagi Anda dan kawanan ternak Anda.

Metode #1:Keluarkan Ayam Induk dari Sarangnya Secara Lembut Berulang Kali

Strategi paling sederhana dan paling cepat adalah dengan hati-hati mengeluarkan ayam dari sarangnya dan mengantarnya ke halaman terbuka. Ayam betina yang sedang merenung secara naluriah akan mengacak-acak bulunya, mematuk, dan bahkan menjadi gelisah ketika tempat berlindungnya disingkirkan. Jika sarang berisi telur hidup, segera keluarkan telur tersebut—hal ini akan menghilangkan insentif “sebenarnya” untuk menduduki telur tersebut.

Setelah dikeluarkan, bawalah ayam selama 10–15 menit saat Anda merawat kebun. Tempatkan dia di tanah, tawarkan camilan segar, dan perkenalkan opsi bertengger baru seperti kayu gelondongan, ember terbalik, atau bahkan kotak sarang buatan kecil. Pengalihan ini mendorongnya untuk mencari makan secara normal dan mengurangi godaan untuk kembali ke sarang.

Metode #2:Memberikan Gangguan pada Anggota Kawanan Baru

Memperkenalkan ayam baru pada awal hingga pertengahan musim panas—saat naluri untuk mengeram mencapai puncaknya—sering kali memaksa ayam betina yang keras kepala meninggalkan sarangnya untuk menjelajah dan membangun hierarki sosial. Wyandotte saya baru-baru ini mengikuti pola ini, melompat dari sarangnya saat teman barunya memasuki kandang. Metode ini bekerja paling baik ketika kawanan sedang berada di tengah-tengah reorganisasi sosial.

Metode #3:Gunakan Pemandian Air Dingin yang Lembut (Eurythmics of Egg‑Sitting)

Jika ayam tetap ingin bersarang, mandi air dingin sebentar dapat mengganggu isyarat hormonal yang menjaga kondisi merenung. Isi wastafel atau bak mandi dengan air dingin setinggi beberapa inci—pastikan suhunya nyaman untuk iklim Anda—dan rendam bagian bawah tubuh ayam. Kuncinya adalah menutupi area dada yang telanjang saja, sehingga dia bisa bernapas dengan normal.

Saat ayam dimandikan, gunakan waktu tersebut untuk membersihkan lubang ventilasi dan kotoran yang tersisa secara menyeluruh. Setelah mandi, tepuk-tepuk hingga kering dengan lembut dan letakkan di atas permukaan tempat bertengger yang kering. “Spa” ini sebaiknya hanya dilakukan pada hari yang cerah dan hangat untuk menghindari stres pada burung.

Metode #4:Kunci Induk Ayam dari Kandangnya

Setelah ayam dikeluarkan dari sarangnya dan perhatiannya teralihkan, pertimbangkan untuk menguncinya sementara di luar kandang. Ini bekerja paling baik ketika kawanan lainnya sudah bertelur pada hari itu. Ayam betina sering mondar-mandir di luar pintu atau mencari alternatif sarang sementara di atas rumput atau di mulsa. Camilan dan pakan segar dapat memancingnya menjauh dari area bersarang.

Sebelum senja, buka kunci kandang agar kawanan ternak dapat bermalam. Jika ayam kembali ke kotak telur, pindahkan kembali ke tempat bertengger dan ulangi mandi air dingin jika perlu. Konsistensi adalah kuncinya—seiring waktu, dia akan kembali berperilaku normal.

Metode #5:Teknik “Penjara Ayam”

Untuk induk yang gigih, kurungan sementara—yang saya sebut sebagai “penjara ayam”—bisa efektif. Gunakan kandang anjing kawat, kandang kelinci, atau kandang isolasi khusus yang tidak memiliki bahan sarang serta sudut yang hangat dan gelap. Tujuannya adalah untuk menjaga agar ayam tetap nyaman secara fisik sekaligus mencegahnya mengakses sarang.

Posisikan kandang pada platform yang stabil dan tinggi seperti balok kayu atau peti kecil untuk memungkinkan aliran udara yang cukup. Lepaskan alas plastik apa pun dan gantilah dengan lantai kawat atau kain keras yang memberikan permukaan yang aman. Isi kandang dengan makanan dan air, dan biarkan ayam di dalam sepanjang hari dan malam. Pantau perilakunya di pagi hari—jika dia mencapai kotak telur, pindahkan dia kembali ke kandang dan ulangi.

Menurut pengalaman saya, ayam betina yang sedang merenung biasanya memerlukan 2–3 hari kurungan sebelum dia berhenti mencoba membuat sarang. Setelah dia melanjutkan interaksi mematuk dan berkelompok secara normal, telurnya tidak lagi dalam bahaya.

Setelah siklus mengeram ayam berakhir, ingatlah bahwa keseimbangan hormonal yang baru mungkin menunda masa bertelur berikutnya selama satu atau dua minggu. Terus berikan makanan, air, dan interaksi sosial yang cukup, dan bersabarlah hingga telur pertama muncul.

Artikel ini diperbarui dari postingan asli tertanggal 12 Juni 2014.

5 Teknik yang Manusiawi dan Terbukti untuk Menghentikan Induk Ayam

Linda Ly

Saya seorang pencinta tanaman, penjelajah jalanan yang bersemangat, dan penulis buku masak yang saran ahli dan buku terlarisnya telah ditampilkan di The Wall Street Journal, Majalah Time, HGTV, dan Food &Wine. Buku Masakan Route 66 adalah buku terbaruku. Garden Betty adalah tempat saya menulis tentang rumah tangga modern, masakan dari pertanian ke meja, dan petualangan di luar ruangan—semuanya mencakup kehidupan yang dijalani dengan baik di luar ruangan. Bagaimanapun, rahasia kehidupan yang baik adalah… Baca selengkapnya »

Peternakan
Pertanian Modern
Pertanian Modern