
CISH-Bael-2 mulai berbuah 4-5 tahun setelah tanam. Pohon dewasa (umur 10-15 tahun) dapat menghasilkan 60–80 buah, masing-masing beratnya lebih dari 2 kg. (Sumber gambar representasional:Pixabay)
Bael lebih dari sekedar pohon buah-buahan di India. Itu adalah bagian dari tradisi kita, pengobatan kesehatan kita, dan bahkan ibadah kita. Dikenal dengan daun trifoliatenya, yang menyerupai trisula Dewa Siwa, pohon bael memegang tempat suci dalam ritual kuil. Buahnya telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan ayurveda, minuman pendingin, dan pengobatan rumahan untuk pencernaan dan kekebalan.
Bagi petani, bael menawarkan peluang berharga karena tanaman ini kuat, berumur panjang, dan membutuhkan lebih sedikit air dibandingkan tanaman buah komersial lainnya. Institut Pusat Hortikultura Subtropis (CISH) telah memperkenalkan varietas baru yang disebut CISH-Bael-2, yang mendapat perhatian karena kandungan daging buahnya yang tinggi dan rasanya yang luar biasa. Dengan kandungan daging buah sebesar 61,32 persen, kandungan biji yang rendah, dan nilai gizi yang tinggi, varietas ini menjanjikan keuntungan yang lebih baik bagi petani dan lebih banyak manfaat bagi pengolah.
Fitur Utama CISH-Bael-2
CISH-Bael-2 telah dikembangkan dari bibit penyerbukan terbuka. Pohon-pohonnya berukuran kerdil dengan kanopi yang lebat sehingga lebih mudah dikelola. Buah matang pada bulan April dan Mei, masing-masing beratnya sekitar 2,25 kg dan berubah warna menjadi kuning cerah saat matang. Cangkangnya yang tipis memudahkan retak, memperlihatkan daging buah berwarna oranye-kuning yang menarik dengan kandungan lendir dan biji yang sangat rendah.
Secara nutrisi, daging buahnya kaya akan padatan terlarut total, gula alami, karotenoid, dan vitamin seperti vitamin C (asam askorbat), riboflavin, tiamin, dan niasin. Ini juga mengandung senyawa berharga seperti marmelosin dan psoralen, yang dikaitkan dengan manfaat kesehatan. Dibandingkan dengan varietas lama seperti NB-9 dan NB-16, CISH-Bael-2 menawarkan pemulihan pulpa yang lebih baik dan tingkat nutrisi yang lebih tinggi, sehingga ideal untuk jus, labu, dan suplemen kesehatan.
Kesesuaian dan Adaptasi Iklim
Salah satu kekuatan terbesar bael adalah kemampuannya untuk tumbuh dalam kondisi yang menantang. CISH-Bael-2 tumbuh subur di iklim subtropis dengan musim panas yang terik dan musim dingin yang sejuk. Ia dapat menahan suhu dari 7 °C hingga 48 °C dan tumbuh dengan baik hingga ketinggian 1.200 meter. Varietas ini dapat mentolerir tanah sodik, kondisi salin, dan pH berkisar antara 6,0 hingga 8,5. Hal ini membuatnya cocok untuk ditanam bahkan di lahan marginal atau terlantar di mana pohon buah-buahan lainnya tidak tumbuh.
Penanaman dan Perbanyakan
Perbanyakan biasanya dilakukan dengan biji, namun untuk menjaga kualitas varietas, disarankan menggunakan tunas atau okulasi. Benih biasanya disemai di bedengan pada bulan Juni, dan bibit siap bertunas setelah satu tahun. Patch budding antara bulan Juni dan Juli menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 90 persen.
Untuk pembuatan kebun, lubang berukuran satu meter kubik digali dengan jarak 8 × 8 meter pada bulan April – Mei, diisi dengan pupuk kandang, kue nimba atau tepung tulang, dan bahan pembenah tanah jika diperlukan. Di daerah yang kekurangan air, irigasi teko atau tetes efektif untuk menumbuhkan tanaman muda. Setelah dewasa, pohon bael hanya membutuhkan sedikit atau tanpa irigasi.
Praktik Pengelolaan Kebun
Tanaman bael muda mendapat manfaat dari irigasi teratur setiap 10–15 hari di musim panas dan setiap bulan di musim dingin. Mulsa dengan jerami padi atau sampah tebu membantu mempertahankan kelembapan dan mengendalikan gulma. Melatih pohon muda menjadi tegak memastikan pengembangan kerangka yang kuat, dengan empat hingga enam cabang dengan jarak yang cukup.
Pengelolaan unsur hara dimulai dengan 5 kg FYM dan dosis kecil nitrogen, fosfor, dan kalium pada tahun pertama, secara bertahap ditingkatkan hingga 50 kg FYM dan dosis yang lebih tinggi untuk pohon dewasa. Suplemen seng dan boron dapat membantu mencegah defisiensi dan mengurangi keretakan buah.
Pengelolaan Hama dan Penyakit
CISH-Bael-2 umumnya tahan terhadap hama dan penyakit utama. Namun, masalah sesekali seperti kanker dan gummosis dapat diatasi dengan fungisida tembaga dan semprotan streptomisin. Hama pemakan daun dapat dikendalikan dengan insektisida yang direkomendasikan seperti Rogor. Menjaga kebersihan kebun dan tingkat kelembapan yang tepat akan mengurangi sebagian besar masalah.
Panen dan Hasil
CISH-Bael-2 mulai berbuah 4-5 tahun setelah tanam. Pohon dewasa (umur 10-15 tahun) dapat menghasilkan 60–80 buah, masing-masing beratnya lebih dari 2 kg. Kandungan pulp yang tinggi menjamin keuntungan yang lebih baik bagi pengolah. Untuk pasar segar, pemanenan pada tahap pemecahan warna memastikan umur simpan yang baik dan kualitas yang lebih baik.
Potensi Ekonomi dan Pengolahan
Dengan persentase pulp lebih dari 61 persen dan rasa manis alami yang tinggi, CISH-Bael-2 sangat cocok untuk pembuatan jus, selai, permen, dan minuman kesehatan. Industri nutraceutical menghargainya karena sifat antioksidan dan obatnya. Petani bisa mendapatkan harga yang lebih baik baik di pasar segar maupun olahan. Di banyak daerah, pulp bael berkualitas tinggi bisa dijual seharga Rs. 60–80 per kg, dan harga produk dengan nilai tambah lebih tinggi lagi.
CISH-Bael-2 menawarkan kombinasi sempurna antara tradisi dan teknologi. Hal ini berakar pada warisan budaya dan obat-obatan India, namun juga memenuhi tuntutan modern akan kualitas, hasil, dan kesesuaian pemrosesan. Dengan kandungan pulp yang tinggi, kekayaan nutrisi, dan kemampuan tumbuh dalam kondisi sulit, varietas ini dapat memberikan pendapatan yang dapat diandalkan bagi petani sekaligus mendukung industri yang berfokus pada kesehatan. Dengan memilih CISH-Bael-2, petani dapat berinvestasi pada tanaman yang bermakna secara spiritual dan bermanfaat secara ekonomi.
Pertama kali diterbitkan pada:25 Agustus 2025, 10:27 IST
Uji Pengetahuan Anda pada Kuis Hari Cagar Biosfer Internasional. Ikuti kuis