Ketika seorang petani pertama kali mulai merawat pohon apel dan plum, mereka sering bertanya, “Mengapa penjarangan perlu dilakukan?” Pohon diadaptasi untuk bertahan hidup dengan menghasilkan benih sebanyak mungkin. Saat kita membudidayakannya untuk mendapatkan buah berkualitas, penjarangan menjadi hal yang penting.
Dengan membuang sebagian buah yang sedang berkembang, pohon terdorong untuk mengalokasikan lebih banyak energi ke sisa tanaman, sehingga menghasilkan buah yang lebih besar, lebih manis, dan lebih bergizi.
Teknik ini efektif untuk apel, pir, aprikot, persik, kesemek, nektarin, dan plum. Baik Anda mengelola satu pohon atau seluruh kebun, penjarangan secara teratur akan meningkatkan kesehatan dan produktivitas jangka panjang.
Apel Camilan Buah Merah™ yang Lezat
Pohon Apel Camilan Buah Merah™ yang Lezat
Nektarin yang dikeringkan
Mengapa Pohon Berbuah Tipis?
Memahami tujuan penjarangan akan memberikan informasi mengenai waktu dan metode terbaik. Penjarangan tahunan menjaga kualitas buah, meningkatkan hasil panen di masa depan, dan menjaga struktur pohon.
Buah Lebih Besar
Penjarangan memungkinkan setiap buah menjadi “keranjang buah” alami, yang pada gilirannya menghasilkan buah yang lebih besar, lebih manis, dan lebih menarik secara visual. Inilah sebabnya mengapa apel dan buah persik di toko kelontong terlihat sangat konsisten.
Ketika pohon dibiarkan menghasilkan buah yang melimpah, sumber daya yang tersedia menjadi terlalu sedikit, sehingga menghasilkan buah yang kecil, kusam, dan miskin nutrisi.
Dengan melakukan penjarangan setahun sekali, petani menghindari masalah “banyak buah yang kecil dan lemah” dan sebagai gantinya menghasilkan buah premium yang berukuran sekali gigit.
Pangkalan Lebih Baik Tahun Depan
Spesies yang menghasilkan buah menggunakan buah pada musim saat ini untuk menghasilkan tunas pada musim berikutnya. Pohon apel yang memiliki terlalu banyak buah akan menghasilkan lebih sedikit tunas baru, sehingga menyebabkan panen yang buruk pada tahun depan.
Penjarangan akan mendistribusikan kembali sumber daya pohon yang tersimpan, merangsang perkembangan tunas untuk musim berikutnya, dan memastikan panen yang baik saat ini dan berikutnya.
Pohon Sehat
Buah yang berat dapat membebani cabang dan menyebabkan patah. Pohon kerdil atau pohon muda, khususnya, rentan karena tidak memiliki dahan yang tebal dan dewasa.
Dengan menjaga jumlah buah tetap ringan, penjarangan mencegah patahnya anggota tubuh, yang pada gilirannya melindungi keseluruhan struktur pohon dan produktivitas jangka panjang.
Kapan Menipiskan Pohon Buah
Waktu optimal untuk menipiskan adalah saat buah masih kecil—idealnya sebelum diameternya melebihi uang receh.
Tunggu Petal Drop
Jatuhnya kelopak menandakan penyerbukan berhasil. Saat ovarium berkembang menjadi buah, kelopak bunga akan turun untuk memberi ruang bagi buah beri yang sedang tumbuh.
Jatuhnya kelopak adalah isyarat pertama yang dapat diandalkan bahwa penjarangan dapat dimulai.
Carilah Bentuk Buah
Setelah kelopaknya rontok, buah akan mulai membengkak. Buang sebelum tumbuh lebih besar dari uang receh untuk menjaga jarak tanam buah yang optimal dan menjaga perkembangan tunas pada musim berikutnya.
Penjarangan buah yang lebih besar masih dapat dilakukan, namun dapat mengurangi hasil tahun depan.
Cara Menipiskan Pohon Buah
Beberapa spesies—seperti kacang-kacangan, ceri, alpukat, delima, buah ara, dan jeruk—biasanya tidak memerlukan penjarangan karena dapat mengatur pembentukan buah secara mandiri. Tekniknya berbeda-beda untuk setiap jenis buah, jadi bacalah panduan khusus untuk mendapatkan instruksi yang tepat.
Apel dan Pir
Apel dan pir tumbuh dengan duri yang pendek dan gemuk. Setiap taji biasanya menghasilkan satu hingga tiga buah. Untuk mencapai jarak tanam yang optimal, simpan hanya satu buah per pacu dan pastikan jarak antara buah yang berdekatan sekitar enam inci.
Jika ada taji yang menghasilkan lebih dari satu buah, buang kelebihannya secara selektif untuk menjaga pemerataan di seluruh kanopi.
Aprikot, Persik, dan Nektarin
Buah batu ini terbentuk pada kayu berumur satu tahun. Penjarangan harus menghasilkan jarak enam hingga delapan inci di antara masing-masing buah.
Persik dan nektarin sering kali berbuah pada awal Juni. Meninggalkan beberapa buah tambahan sebelum penetesan alami akan memberikan penyangga, setelah itu penjarangan manual dapat memperhalus jarak tanam.
Kesemek
Kesemek berkembang pada kayu baru dan kayu lama. Kayunya relatif lemah, sehingga penjarangan sangat penting untuk mencegah kerusakan anggota tubuh.
Mulailah dengan membuang buah yang kecil, berbintik, atau rusak. Lanjutkan penjarangan hingga setiap buah yang tersisa memiliki ruang setidaknya enam inci.
Pohon kesemek yang terstruktur dengan baik dan memiliki perancah yang kuat mungkin tidak perlu sering ditipiskan, namun pohon kesemek yang masih muda akan mendapatkan manfaat dari praktik ini.
Plum
Plum menghasilkan buah pada bagian pucuk dan kayu berumur satu tahun, sehingga menghasilkan hasil yang tinggi. Namun, strategi ganda ini menuntut penjarangan yang tepat waktu setelah bunga rontok.
Pertahankan jarak kira-kira enam inci antar buah. Pantau penurunan plum di bulan Juni; jika cabang mulai melorot, teruskan penjarangan sepanjang musim agar anggota tubuh tidak patah.