Menggali tanah diperlukan saat menanam, baik itu pohon, bibit, tanaman, atau membuat pagar di halaman belakang rumah Anda. Namun pernahkah Anda berpikir untuk menggali di tanah basah? Untungnya, kami siap memberi tahu Anda apakah Anda perlu membasahi tanah sebelum menggali.
Tidak, tanah tidak perlu basah saat menggali. Menyiram tanah mempersulit penggalian dan membuat tanah lebih berat dibandingkan tanah kering.
Lanjutkan membaca untuk mengetahui apa yang terjadi jika Anda menggali di tanah basah. Kami juga akan membahas jenis tanah, cara mengenalinya, serta waktu dan cara menggali lubang dengan benar.

Haruskah Anda Membasahi Tanah Saat Menggali?
Beberapa orang beranggapan bahwa membasahi tanah sebelum menggali membuat keseluruhan proses lebih mudah, terutama mengangkat tanah. Namun logika ini tidak berdasar. Tanah basah menggumpal dan menjadi lebih berat.
Akibatnya, bilah sekop Anda akan kesulitan menggali jauh ke dalam tanah basah sehingga memerlukan upaya tambahan.
Selanjutnya, setelah tanah Anda basah, tanah tersebut akan menempel pada permukaan sekop Anda. Anda harus membenturkan sekop ke dinding terdekat untuk menghilangkan gumpalan tanah.

Klik untuk melihat Shovel ini di Amazon.
Apa Saja Jenis-Jenis Tanahnya?
Mengetahui apakah tanah Anda berpasir, lempung, lanau, atau lempung akan membantu Anda memilih dan memelihara tanaman untuk taman Anda. Mari kita bahas masing-masing jenis tanah di bawah ini:
Tanah Berpasir

Tanah ini mempunyai jumlah pasir yang tinggi dan jumlah liat yang relatif sedikit. Tanah ini, yang sering disebut “tanah ringan”, memiliki drainase yang cepat setelah disiram atau hujan serta mudah untuk dikembangkan dan ditangani.
Tanah berpasir termasuk jenis tanah yang paling buruk bagi pertumbuhan tanaman karena mengandung sedikit unsur hara dan memiliki kapasitas retensi air yang terbatas, sehingga menyulitkan akar tanaman untuk menyerap air.
Tanah ini cocok untuk sistem drainase. Tanah berpasir sering kali terbentuk akibat disintegrasi atau fragmentasi batuan seperti kuarsa, granit, dan batu kapur.
Tanah Liat

Tanah ini juga disebut “tanah berat” karena mengandung unsur hara yang terikat pada mineral lempung tanah.
Namun, karena daya tarik kapiler pada ruang sempit di antara banyak partikel tanah liat, tanah liat juga mengandung sejumlah besar air.
Tanah ini memiliki sifat penyimpanan air yang sangat baik, sehingga menyulitkan penetrasi kelembaban dan udara. Tanah liat adalah tanah yang paling padat dan terberat serta tidak memiliki drainase yang efektif atau tidak memungkinkan akar tanaman tumbuh.
Tanah seperti ini sering kali menyulitkan para tukang kebun, namun penanganannya bisa sangat menyenangkan jika dikelola dengan benar melalui budidaya dan pemilihan tanaman.
Tanah Lumpur

Lumpur terbentuk dari batuan dan partikel mineral lainnya yang lebih kecil dari pasir tetapi lebih besar dari tanah liat dan memiliki partikel yang jauh lebih halus daripada tanah berpasir. Tekstur tanahnya yang halus dan halus lebih baik dalam menahan air dibandingkan pasir.
Mereka rentan terhadap erosi dan hanyut jika dibiarkan terkena cuaca tanpa tutupan tanaman, dan kebanyakan ditemukan di dekat danau, sungai, dan perairan lainnya.
Namun tanah ini lebih subur karena mengandung lebih banyak unsur hara dan air dibandingkan tanah berpasir. Hasilnya, ini juga digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dalam praktik pertanian.
Tanah Lempung

Tanah ini mempunyai komposisi lempung, pasir, dan lanau yang kesemuanya mempunyai sifat positif. Sangat ideal untuk pertanian karena dapat menahan kelembapan dan mineral.
Karena dapat menampung air, tanah lempung sangat ideal untuk pertanian. Meskipun tanah ini sangat bagus, penting untuk menambahkan bahan organik secara teratur, terutama jika Anda menggali atau mengolah tanah tersebut.
Apakah Anda ingin menyimpan artikel ini?
Kami akan mengirimkannya melalui email agar Anda dapat membacanya nanti!
Dengan menyimpan, Anda setuju untuk menerima email sesekali. Berhenti berlangganan kapan saja.
Bagaimana Saya Dapat Mengetahui Jenis Tanah di Halaman Saya?

Mengidentifikasi jenis tanah Anda lebih sederhana dari yang terlihat. Anda dapat melakukan beberapa tes di rumah untuk mendapatkan gambaran umum tentang jenis tanah yang Anda miliki.
Uji Tanah Remas
Pastikan tanah Anda basah tetapi tidak basah kuyup sebelum melakukan tes ini. Ambil sedikit kotoran di tangan Anda. Lumuri tanganmu dengan sedikit tanah.
Jika terasa berpasir, kemungkinan besar mengandung banyak pasir. Memiliki persentase lumpur yang tinggi jika terasa halus dan sedikit berlendir; jika lengket dan menggumpal, berarti sebagian besar terdiri dari tanah liat.
Uji Tanah Bola
Hal ini sangat efisien dalam mengidentifikasi tanah dengan konsentrasi tanah liat yang tinggi.
Untuk membuat bola, basahi sedikit tanah kebun dengan air dan gulingkan di antara kedua tangan Anda. Biarkan selama sekitar 10 menit setelah Anda membentuk bola sebelum menjepitnya dengan jari Anda.
Jika menempel saat dipipihkan, berarti banyak mengandung tanah liat. Jika mudah hancur dan hancur di telapak tangan, berarti mengandung banyak pasir dan kandungan lumpur yang tinggi jika pecah menjadi beberapa bagian kecil yang saling menempel.
Uji Tanah Toples
Tes jar membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan, namun lebih akurat. Untuk melakukan pengujian ini, kumpulkan tanah dari berbagai lokasi di sekitar taman Anda dan gabungkan sampelnya ke dalam ember.
Ambil secangkir tanah dan lakukan sebagai berikut:
Langkah 1-Kumpulkan Dan Keringkan Tanah
Kumpulkan tanah dari berbagai bagian taman Anda, campurkan, dan sebarkan pada permukaan yang rata. Keringkan tanah pada permukaan yang rata hingga gembur.
Langkah 2-Isi Toples
Singkirkan akar, batu, benda asing, atau bongkahan besar bahan organik. Isi setengah stoples kaca dengan tanah, lalu isi sebagian dengan air dan sedikit sabun cuci piring cair.
Berikan jarak sekitar satu inci di bagian atas stoples. Kencangkan tutupnya dan kocok stoples dengan kuat selama beberapa menit.

Klik di sini untuk melihat Jar ini di Amazon.
Langkah 3-Biarkan Selesai
Pasir akan mengendap dengan cepat, membentuk lapisan bawah dalam beberapa menit. Lumpur akan mengendap dalam beberapa jam. Partikel pasir yang besar dan partikel lanau yang lebih kecil harus dapat dibedakan secara visual.
Mungkin diperlukan waktu beberapa hari agar tanah liat mengendap.
Langkah 4-Ukur Setiap Lapisan
Setelah semuanya beres, Anda dapat mengukur ketebalan setiap lapisan dan menghitung persentase setiap elemen yang Anda miliki.
Diperlukan sedikit matematika untuk menghitung persentase setiap jenis tanah. Misalnya, jika seluruh kedalaman tanah adalah satu inci dan Anda memiliki pasir berukuran 1/2 inci, maka tanah Anda terdiri dari 50% pasir.
Jika lapisan lumpur berikutnya berukuran 1/4 inci, maka kandungan lumpurnya adalah 25%. Sisanya 25% kemudian berupa tanah liat.
Bagaimana Cara Menggali Lubang yang Benar?

Hampir setiap kegiatan penanaman dan pertamanan melibatkan penggalian. Lubang yang Anda gali mungkin penting untuk keberhasilan tugas Anda. Pastikan Anda menggalinya dengan benar.
Lubang Untuk Tanaman Anda
Kedalaman dan lebar lubang yang Anda gali saat menanam pohon, semak, atau taman mungkin menentukan hidup dan mati tanaman baru Anda.
Jika Anda menanam terlalu dalam, Anda akan membuat cekungan yang menampung air berlebih. Busuk akar dapat terjadi, dan akibatnya tanaman dapat mati.
Selama musim dingin membeku dan mencair di iklim yang lebih dingin, tanaman dengan akar yang dangkal dapat mengering, atau tanah dapat membuat pohon atau semak keluar dari tanah.
Lubang Untuk Pagar Anda
Saat mengerjakan proyek seperti pagar atau dek, pastikan lubangnya vertikal, bukan miring.
Dasar lubang harus rata. Lubang tersebut harus cukup besar untuk mengakomodasi kebutuhan struktural proyek sekaligus memenuhi persyaratan kode.
Gunakan campuran beton, kerikil, dan bahan pengisi lainnya yang sesuai untuk lubang tersebut. Biarkan beton mengeras sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Pemadatan dan perataan diperlukan saat menggali area pijakan untuk teras, dinding penahan, atau bantalan beton untuk memastikan fondasi yang stabil.
Penggalian untuk pelapis kolam, khususnya pelapis fleksibel, harus mulus dan bebas dari tonjolan tajam.
Tips Ekstra Untuk Menggali
Pertimbangan lain harus dilakukan saat menggali lubang untuk penanaman atau operasi luar lainnya.
- Pertimbangkan lokasi tangki septik dan akar pohon.
- Periksa batas dan kemudahan properti sebelum menggali pagar atau pagar privasi.
- Sebelum menanam pohon di dekat utilitas di atas kepala, pastikan tanaman yang Anda pilih tidak mengganggu tiang atau kabel.
Kapan Waktu Terbaik Untuk Menggali Taman?

Persiapan tanah sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang baik. Bahan organik dapat ditambahkan ke dalam tanah saat menggali jika kurang.
Jika tanah bebas embun beku dan dibiarkan melewati musim dingin, waktu optimal untuk menggali adalah dari musim semi hingga musim gugur. Tanah biasanya lembap atau beku dari pertengahan musim dingin hingga awal musim semi, sehingga menyulitkan pekerjaan.
Tanah yang berat tidak boleh digali saat basah karena dapat merusak struktur tanah dan menyebabkan buruknya aerasi dan drainase.
Untuk Menyelesaikan

Menggali tidak pernah menyenangkan, apalagi jika menggali di tanah basah. Saat Anda menggali di tanah yang lembap, tanah akan menggumpal dan menempel pada sekop Anda; bobotnya juga lebih berat. Tugas ini juga memerlukan waktu untuk diselesaikan.
Menggali di tanah ideal yang tidak kering atau lembap dapat menguntungkan Anda dan membuat penggalian lebih mudah dan cepat.
Berhasil sampai akhir? Lihat beberapa artikel terkait yang bermanfaat di bawah ini!
Berapa Lama Tempat Tidur Pallet Bertahan? [Dengan Tips Agar Tahan Lama!]
Cara Membuat Layar Privasi Berdiri Bebas [Panduan Langkah Demi Langkah]