Petani membiarkan batang jagung berubah menjadi coklat sebelum memanen karena beberapa alasan utama:
* Kematangan biji -bijian maksimum: Batang coklat menunjukkan bahwa tanaman jagung telah mencapai kematangan fisiologis. Ini berarti kernel telah mencapai ukuran dan berat badan mereka, dan kadar airnya telah menurun ke tingkat yang ideal untuk penyimpanan. Pemanenan sebelum titik ini akan menghasilkan kernel yang belum matang dan lebih kecil dengan kadar air yang lebih tinggi, yang lebih rentan terhadap pembusukan dan tidak menyimpan juga.
* Kering: Batang coklat menandakan bahwa tanaman telah mentransfer sebagian besar nutrisi dan kelembabannya ke kernel. Proses "kering" ini sangat penting untuk memaksimalkan kualitas jagung secara keseluruhan.
* kemudahan panen: Batang coklat kurang rentan terhadap kerusakan dan lebih mudah dipanen dengan pemanen kombinasi. Batang hijau lebih rapuh dan dapat menyumbat mesin.
* Mengurangi risiko pembusukan: Kadar air yang lebih rendah dalam jagung dewasa mengurangi risiko pertumbuhan jamur dan masalah pembusukan lainnya selama penyimpanan.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua petani menunggu batangnya benar -benar coklat. Waktu panen yang optimal dapat bervariasi tergantung pada variasi jagung, kondisi cuaca, dan tujuan penggunaan jagung. Namun, secara umum, petani bertujuan untuk tahap di mana batang sebagian besar berwarna cokelat dan kernel sepenuhnya berkembang.