
Batuan lava memiliki struktur berpori yang memungkinkannya bertindak sebagai filter alami. Batuan ini menyediakan habitat ideal bagi bakteri menguntungkan, yang penting untuk menjaga lingkungan akuarium yang sehat dan stabil.
Oleh karena itu, tidak diragukan lagi, batuan lava dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi akuarium mana pun. Namun, ada juga beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan.
Saat kita memikirkan hardscaping di dalam tangki, kita umumnya memiliki banyak pilihan untuk menciptakan kembali berbagai habitat alami, dan tidak terkecuali penggunaan batu alam, seperti batu lava.
Apa itu Batuan Lava?
Lava tercipta ketika magma meletus dari gunung berapi dan mencapai permukaan bumi. Saat mendingin, magma berubah menjadi lava. Tergantung pada gunung berapinya, Lava dapat berbeda dalam susunan, warna, dan bahan yang dikandungnya.
Jadi, batuan lava adalah batuan yang terbentuk dari lava vulkanik yang mendingin dan mengeras tersebut. Biasanya dikenal berpori, ringan, dan teksturnya kasar.
Mereka biasanya memiliki warna mulai dari hitam dan abu-abu tua hingga coklat kemerahan. Warna lava terutama ditentukan oleh kandungan mineral yang ada selama pembentukannya.
Ada tiga jenis utama lava vulkanik:
- basaltik,
- karbonatit, dan
- silisik.
Batuan lava alami merupakan bahan yang benar-benar aman untuk digunakan, karena tidak mengandung zat beracun dan tidak mengubah parameter air.
Selain itu, bahan ini dianggap unik karena mengandung spektrum penuh elemen penting bagi kesehatan organisme hidup. Inilah sebabnya mengapa habitat alami di sekitar gunung berapi seringkali kaya akan keanekaragaman hayati dan komunitas tumbuhan yang tumbuh subur.
1. Filtrasi Biologis
Seperti yang sudah saya sebutkan, permukaan batuan lava ditutupi banyak lubang-lubang kecil. Oleh karena itu, air akuarium dapat dengan mudah mengalir melaluinya. Karena struktur berpori menyediakan luas permukaan yang besar, maka ini menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri menguntungkan .
Secara sederhana, batuan lava adalah material luar biasa yang dapat memainkan peran penting dalam siklus nitrogen .
Beberapa aquarists bahkan menggunakan batu lava yang dihancurkan halus sebagai:
- media filter untuk filter eksternal (batuan lava harus dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil, berkisar antara 0,04 hingga 0,12 inci (1-3 mm)), atau
- sebagai substrat utama di tangki mereka.
2. Estetika
Batuan lava memiliki kenampakan yang alami dan kasar. Ini pasti akan meningkatkan daya tarik visual akuarium mana pun.
Selain itu, bebatuan ini tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna sehingga ideal untuk membuat aquascape yang menarik bagi siapa saja.
3. Stabilitas Air
Hal hebat lainnya tentang batuan lava adalah umumnya bersifat inert. Artinya, bahan-bahan tersebut secara umum tidak mengubah pH atau kesadahan air. Hal ini membuatnya aman untuk sebagian besar tangki air tawar.
4. Penahan Tanaman
Mengingat permukaan batuan lava yang tidak rata, tanaman akan menempel padanya dengan sangat mudah. Jadi bisa digunakan untuk menambatkan tanaman air
Faktanya, saya dapat memberi tahu Anda bahwa jika nanti Anda memutuskan untuk memindahkan tanaman dari batu, itu akan cukup sulit untuk dilakukan!
5. Perlindungan
Celah pada batuan lava menjadi tempat persembunyian yang sangat baik bagi ikan kecil, siput, dan invertebrata. Ini dapat mengurangi stres pada hewan peliharaan Anda dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
7. Ringan
Keunggulan lain dari penggunaan batu lava adalah bobotnya yang lebih ringan dibandingkan batu lainnya. Karena batuan lava berpori, beratnya jauh lebih ringan dibandingkan kebanyakan jenis batu lainnya. Hal ini juga membuatnya lebih mudah untuk ditangani dan ditempatkan di dalam tangki.
Bobot yang lebih ringan membantu mengurangi risiko retak atau rusaknya kaca akuarium secara tidak sengaja. Jadi, Anda dapat menambahkan batu-batuan ini ke pengaturan Anda tanpa perlu khawatir akan menyebabkan kerusakan pada akuarium Anda sambil tetap menikmati manfaat dekoratif dan fungsionalnya.
Tentu saja, jika Anda berencana membuat struktur besar dengan batuan lava, ada baiknya untuk mengamankan seluruh pengaturan dengan sealant atau perekat yang aman untuk akuarium. Hal ini akan memastikan bebatuan tetap di tempatnya dan mencegah potensi masalah pada stabilitas dekorasi akuarium Anda.
Kekurangan:
1. Tepi Tajam
Sayangnya, batuan lava biasanya memiliki tepian tajam yang berpotensi melukai beberapa spesies ikan (terutama ikan yang hidup di dasar laut dan yang berkulit halus).
Jika Anda memiliki tangki akrilik, Anda harus sangat berhati-hati saat menempatkan atau memindahkan batuan lava ke sana. Akrilik lebih lembut dan lebih rentan tergores dibandingkan kaca.
Solusi: Untuk mengurangi risiko ini, pertimbangkan untuk menghaluskan area yang tajam.
2. Akumulasi Puing
Sifat batuan lava yang keropos dan tidak rata dapat menyebabkan serpihan dan detritus menumpuk di lubang dan celah tersebut. Seiring waktu, semua limbah ini dapat menumpuk dan menyebabkan masalah kualitas air jika tidak dikelola dengan baik.
Solusi: Jika memungkinkan, keluarkan batu lava dari tangki secara berkala, bilas, dan gosok perlahan menggunakan sikat lembut untuk menghilangkan kotoran yang terperangkap di pori-pori.
Pastikan tangki Anda memiliki filtrasi yang memadai. Ini akan membantu Anda menghilangkan partikel tersuspensi dari kolom air sebelum partikel tersebut mengendap di batuan lava.
Anda juga bisa menambahkan kru pembersih, seperti udang atau siput. Mereka dengan senang hati akan membersihkan bebatuan tersebut. Saya dapat mengatakan bahwa udang saya menyukai batu lava!
3. Pertumbuhan Alga
Kita semua tahu bahwa alga dapat tumbuh di mana saja dan tidak terkecuali batuan lava. Masalahnya disini adalah permukaan batuan tersebut tidak rata.
Sejujurnya, membersihkannya bisa jadi cukup sulit, terutama jika Anda tidak bisa mengeluarkannya dengan mudah dari tangki.
Solusi: Memerangi alga adalah sesuatu yang harus dihadapi oleh setiap aquarist, dan tidak ada solusi tunggal yang cocok untuk semua jenis alga. Setiap jenis mempunyai cara pengelolaannya masing-masing, jadi saya sarankan untuk membaca artikel saya yang lain tentang alga di mana saya menjelaskan berbagai metode untuk mengatasinya. Selain itu, ingatlah bahwa ikan, siput, atau udang pemakan alga dapat menjadi penolong hebat dalam mengendalikan alga.
4. Berat
Meskipun batu lava biasanya lebih ringan dibandingkan batu lainnya, mereka tetaplah batu! Mereka dapat menambah bobot yang cukup pada akuarium Anda. Jadi, jika penempatannya salah, bisa merusak kaca akuarium.
Oleh karena itu, bobot batuan tersebut tetap perlu diperhatikan dengan cermat, terutama jika Anda menggunakannya dalam jumlah besar atau membuat bangunan tinggi.
Solusi :Anda dapat meletakkan lembaran styrofoam atau alas akuarium empuk di dasar akuarium. Hal ini menciptakan permukaan yang rata, memastikan berat batuan lava merata. Ini akan membantu melindungi kaca atau akrilik dari potensi kerusakan.
Batu Lava dan Tanaman Akuarium
Sifat pembentukan batuan lava berarti mengandung banyak mineral berbeda (seperti kalium, magnesium, seng, dan besi). Inilah yang dibutuhkan tanaman kita untuk tumbuh subur!
Mineral ini mendukung perkembangan tanaman dan membantu memerangi klorosis, masalah umum yang menyebabkan daun tanaman menguning karena kekurangan zat besi.
Permukaan batuan lava yang sangat berpori memberikan landasan yang ideal bagi tanaman untuk tumbuh dan memungkinkan akar tanaman akuarium tertentu (seperti Lumut , pakis jawa , Anubias , Bolbitis, Buce , dll.) untuk berlabuh dengan aman.
Fakta menarik tentang besi adalah bahwa ia merupakan unsur polivalen dan dapat berada dalam dua bentuk dalam kondisi normal:besi (Fe²⁺) dan besi (Fe³⁺). Untuk pertumbuhan tanaman yang optimal, tanaman terutama membutuhkan zat besi besi karena lebih mudah diserap. Batuan lava merah sangat kaya akan oksida besi, yang menyediakan sumber nutrisi penting yang melimpah.
Artikel terkait:
- Bagaimana Cara Menambatkan Tanaman Akuarium? Pro dan Kontra Berbagai Metode
- Cara Mengenali Kekurangan Nutrisi pada Tanaman Air di Akuarium
Cara Mempersiapkan dan Membersihkan Batuan Lava untuk Penggunaan Akuarium
Baik Anda membeli, menerima, atau menemukan batu lava (Anda beruntung!), jangan langsung memasukkannya ke dalam akuarium. Mungkin terdapat parasit dan bahan kimia atau zat yang tidak diinginkan di permukaannya.
Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa itu aman.
- Bilas dengan air mengalir, lalu gunakan sikat untuk menggosok permukaan dan membersihkan celah-celah kecil.
- Masukkan ke dalam ember berisi air selama beberapa jam untuk menghilangkan sisa kotoran dan bersihkan kembali.
- Rebus batu selama 10-15 menit untuk mendisinfeksi batu sepenuhnya. Proses ini membantu menghilangkan bakteri berbahaya, parasit, dan kontaminan potensial.
- Bilas batu lagi untuk menghilangkan residu.
Anda juga bisa melakukan tes sederhana dengan menjatuhkan sedikit cuka ke batu. Jika tidak berbusa berarti batuan lava tersebut inert dan aman untuk akuarium Anda.
Catatan: Menggunakan pemutih untuk membersihkan batuan lava umumnya tidak disarankan. Masalah utamanya adalah bahan ini berpotensi masuk ke dalam strukturnya yang berpori dan sulit untuk dibilas sepenuhnya.
Artikel terkait:
- Cara Mengkarantina dan Mendisinfeksi Tanaman Akuarium
- Cara Menyiapkan Tangki Karantina yang Mudah
Kesimpulan
Batuan lava adalah tambahan yang serbaguna dan bermanfaat bagi banyak tangki. Mereka dapat memberikan keuntungan estetika dan fungsional.
Batuan ini juga akan memberikan efek positif pada tanaman akuarium dan umumnya dianggap cocok untuk ditanam di akuarium.