Mari kita nyatakan:tren berkebun datang dan pergi lebih cepat daripada yang bisa Anda katakan sebagai “perbatasan abadi”. Namun kabar baiknya, Anda tidak perlu terus-terusan mengeluarkan uang untuk setiap tren taman yang muncul di Instagram atau Pinterest. Beberapa tren secara resmi akan segera keluar, dan sejujurnya? Selamat untuk beberapa dari mereka.
Memasuki tahun 2026, dunia berkebun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kami melihat adanya peralihan dari lanskap dengan pemeliharaan tinggi dan intensif sumber daya ke taman yang selaras dengan alam, bukan menentangnya. Kurangi penyiraman, kurangi pemotongan rumput, dan kurangi stres. Kedengarannya cukup bagus bukan?
Panduan ini akan menghemat waktu, uang, dan banyak kerumitan lainnya. Mari kita bahas apa yang resmi keluar pada tahun 2026.
1. Halaman rumput yang terawat sempurna dan asri
Era halaman rumput yang sempurna untuk lapangan golf telah resmi berakhir. Keajaiban di sekitar halaman rumput yang terawat sempurna dan presisi secara geometris telah memudar.
Halaman rumput ini memerlukan penyiraman terus-menerus, pemangkasan teratur, dan banyak bahan kimia untuk memastikan halaman rumput tetap sempurna, sehingga berkontribusi terhadap penggunaan air yang berlebihan dan limpasan bahan kimia.
Masalahnya:halaman rumput yang terawat sempurna menggunakan sekitar 30 galon air per hari untuk penggunaan di luar ruangan, dengan 50% dari air tersebut berakhir sebagai limpasan, menyebarkan pestisida dan pupuk ke saluran air. Ditambah lagi, orang Amerika menggunakan 800 juta galon gas pada mesin pemotong rumput setiap tahunnya hanya untuk memelihara halaman rumput tersebut.
Lanskap yang membutuhkan banyak perawatan menjadi kurang populer, dengan digantikan oleh taman yang dibiarkan tumbuh secara alami dan tepiannya lebih rusak. Pendekatan ini, terkadang disebut pekarangan “wabi sabi”, mencakup ketidaksempurnaan dan pola pertumbuhan alami.
Apa yang harus dilakukan: Pertimbangkan untuk mengganti sebagian halaman rumput Anda dengan tanaman penutup tanah asli, semanggi (yang tetap hijau dengan sedikit penyiraman dan benar-benar menyuburkan tanah Anda), atau bahkan padang rumput bunga liar. Sediakan sepetak kecil rumput untuk area bermain jika Anda memerlukannya, namun hilangkan anggapan bahwa setiap inci persegi harus berupa rumput yang masih asli.
2. Rumput Buatan dan Rumput Palsu
Jika Anda mengira rumput palsu adalah solusi untuk masalah pemeliharaan halaman rumput Anda, pikirkan lagi. Meskipun peralihan dari rumput ke rumput sintetis mungkin tampak seperti langkah yang baik, pemilik rumah menyadari bahwa hal tersebut bukanlah solusi yang mereka cari.
Permasalahannya sangat banyak. Rumput palsu tidak dapat mendukung siklus hidup fauna dan flora, atau menyerap CO2 dan polutan lainnya dari udara. Hal ini tidak mendinginkan taman di musim panas atau menyuburkan tanah di bawahnya, yang penting untuk memberi makan organisme tanah seperti cacing yang menjaga kesehatan tanah.
Selain itu, ada kekhawatiran yang berkembang tentang potensi racun dari rumput buatan, yang mungkin mengandung bahan seperti PFAS. Semakin banyak negara bagian dan kota di AS yang memperkenalkan undang-undang untuk mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan ini.
Apa yang harus dilakukan: Jika Anda benci memotong rumput, cobalah tanaman penutup tanah asli yang tumbuh rendah seperti sedimen, tanaman thyme, atau lumut. Opsi ini terlihat indah, mendukung satwa liar setempat, dan tidak memerlukan peralatan bertenaga gas untuk pemeliharaannya.
Apakah Anda ingin menyimpan artikel ini?
Kami akan mengirimkannya melalui email agar Anda dapat membacanya nanti!
Dengan menyimpan, Anda setuju untuk menerima email sesekali. Berhenti berlangganan kapan saja.
3. Mulsa Merah Terang dan Berwarna Buatan
Mulsa merah dulunya terasa seperti tambahan segar untuk halaman, tetapi apa yang dulunya terasa modern kini dianggap terlalu kasar dan ketinggalan jaman. Masalah utamanya? Rasanya sepenuhnya artifisial di hampir semua suasana.
Sebagian besar pilihan mulsa asli dan ramah lingkungan menyatu dengan lanskap alami halaman Anda dengan nuansa coklat kalem yang terasa seperti di rumah sendiri. Sebaliknya, mulsa merah menarik perhatian dan bahkan dapat bersaing dengan tanaman berbunga Anda untuk mendapatkan perhatian.
Ada juga masalah praktisnya:mulsa yang diwarnai tidak bermanfaat bagi tanah dan terurai jauh lebih lambat dibandingkan mulsa alami. Saat kayu rusak, ia memerlukan nitrogen untuk melakukan hal tersebut, dan mulsa berwarna justru dapat merampas nitrogen yang dibutuhkan tanaman untuk bertahan hidup.
Apa yang harus dilakukan: Pilih mulsa alami yang tidak diwarnai dengan warna coklat atau cokelat. Mulsa kayu cedar, kayu keras yang diparut, atau kulit kayu pinus adalah pilihan bagus yang benar-benar akan memperbaiki kondisi tanah saat membusuk. Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih gelap, mulsa hitam alami (sering disebut “emas hitam”) akan terlihat indah tanpa tampilan buatan.
4. Hamparan Rumput yang Luas
Tren hamparan rumput yang luas berasal dari Eropa pada abad ke-18 sebagai simbol kekayaan, dan masih bertahan hingga saat ini, namun hal ini sudah ketinggalan zaman, tidak kreatif, dan monoton. Ini adalah peluang besar yang terlewatkan dari apa yang ditawarkan setiap taman.
Coba pikirkan:untuk apa sebenarnya Anda menggunakan semua rumput itu? Jika Anda tidak bermain kroket setiap akhir pekan atau mengadakan pertandingan sepak bola di luar ruangan, Anda mungkin tidak memerlukan lahan berhektar-hektar.
Apa yang harus dilakukan: Minimalkan ruang halaman rumput demi alternatif halaman rumput yang sesuai dengan iklim seperti tanaman penutup tanah yang subur, halaman rumput berlumut, atau kebun tanaman asli. Ciptakan ruang intim di taman Anda dengan beragam tanaman, hamparan taman, dan jalan setapak yang mengundang eksplorasi dan menyediakan habitat bagi satwa liar.
5. Tepi Plastik
Meskipun tepian plastik telah menjadi andalan selama beberapa waktu, dengan semangat menghadirkan nuansa organik pada taman, plastik mulai ditinggalkan. Desainer lebih memilih menggunakan batu atau logam, dan bahkan tanpa tepian sama sekali lebih baik daripada plastik.
Tepian plastik terlihat murahan, rusak di bawah sinar matahari, menjadi rapuh seiring waktu, dan tidak menambah estetika taman Anda. Ini adalah salah satu hal yang berteriak “Saya membeli ini di toko besar pada tahun 2010” daripada “Saya peduli dengan desain taman yang cermat.”
Apa yang harus dilakukan: Jika Anda membutuhkan pinggiran, berinvestasilah pada batu alam, pinggiran logam, atau bahkan batu bata. Bahan-bahan ini menua dengan indah dan benar-benar menambah karakter taman Anda. Atau, cobalah ruang hidup dengan menggunakan tanaman yang tumbuh rendah untuk menentukan batas antara halaman rumput dan hamparan taman.
6. Label Gaya Taman Pemotong Kue
Taman, seperti halnya arsitektur, dapat menjadi ruang homogen yang tidak memiliki karakter jika menggunakan gaya desain seperti “taman pondok Inggris” atau “taman Jepang” yang membatasi kreativitas dan sering kali terasa tidak pada tempatnya.
Gaya templat ini mungkin merupakan titik awal yang baik, namun para desainer kini berusaha untuk melihat konteks situs dan mengembangkan bahasa daerah yang sesuai dengan kondisi setempat, sehingga menciptakan gaya desain taman yang lebih terlokalisasi melalui tanaman asli daerah yang ditanam dari pembibitan lokal.
Apa yang harus dilakukan: Ambil inspirasi dari berbagai gaya taman, tetapi sesuaikan dengan lokasi spesifik, iklim, dan preferensi pribadi Anda. Berfokuslah pada apa yang berhasil di wilayah Anda daripada mencoba menciptakan kembali taman yang berada di iklim atau benua yang benar-benar berbeda.
7. Hardscaping Berlebihan
Salah satu tren lanskap di masa lalu adalah penggunaan hardscape yang berlebihan di taman. Meskipun pengerasan jalan yang ditempatkan dengan cermat dapat menciptakan area fungsional untuk berkumpul dan bersirkulasi, area beraspal yang luas dapat mengurangi kenikmatan berada di luar ruangan.
Kita semua pernah melihat pekarangan yang 90% terbuat dari beton, pavers, dan batu dengan beberapa tanaman penanda yang disisipkan sebagai renungan. Cuacanya panas, steril, dan tidak berdampak apa pun terhadap satwa liar setempat atau kesehatan mental Anda.
Apa yang harus dilakukan: Keseimbangan adalah kuncinya. Sertakan hardscaping secukupnya untuk tujuan praktis (teras, jalan setapak, area tempat duduk), namun tambahkan lebih banyak tanaman, tekstur, dan “softscape” untuk menciptakan ruang yang benar-benar terasa seperti taman. Pertimbangkan opsi pengerasan jalan berpori yang memungkinkan air meresap dan tidak menimbulkan limpasan.
8. Set Furnitur Luar Ruangan yang Serasi dan Serasi
Lewatlah sudah hari-hari membeli satu set teras lengkap dari toko besar dan menyelesaikannya. Desain luar ruangan modern bergerak menuju ruang yang lebih eklektik dan terkurasi yang mencerminkan gaya dan kreativitas pribadi daripada kesempurnaan katalog.
Pendekatan match-match bisa terasa steril dan tidak memiliki karakter serta daya tarik visual yang muncul dari pencampuran karya, era, dan gaya yang berbeda.
Apa yang harus dilakukan: Padu padankan furnitur luar ruangan Anda. Gabungkan temuan vintage dengan barang baru, bahan berbeda, dan tekstur bervariasi. Bayangkan ruang luar ruangan Anda sebagai perpanjangan dari filosofi desain interior Anda, di mana benda-benda yang dikumpulkan menceritakan sebuah kisah dan bukannya tampak seolah-olah semuanya berasal dari lantai ruang pamer yang sama.
Bagian luar ruangan ini bisa menjadi jangkar yang bagus:
9. Hasil Akhir yang Terlalu Dipoles dan Mengkilap dalam Hardscaping
Orang-orang beralih dari material berkualitas tinggi ke material yang lebih organik dan alami, seperti batu kapur, terakota, dan batu alam. Misalnya, lubang api dari batu kapur atau ukiran tangan, terasa lebih hangat dan autentik dibandingkan sesuatu yang ultra-modern dan mengkilap.
Paving beton super mengkilap dan fitur batu poles yang populer beberapa tahun lalu? Mereka mulai terlihat kuno dan tidak pada tempatnya di taman yang menganut estetika organik yang lebih alami.
Apa yang harus dilakukan: Pilihlah batu alam dengan tekstur dan variasi yang melekat. Carilah bahan yang akan menua dengan anggun dan mengembangkan patina seiring waktu. Batu kapur, batu pasir, terakota, dan kayu mentah semuanya mengembangkan karakter seiring cuaca, membuat taman Anda terasa lebih kokoh dan autentik.
10. Tanaman Tempat Tidur Tawdry dan Kelebihan Beban Tahunan
Tanaman alas tidur tradisional yang norak sudah tidak ada lagi, dan tanaman yang memiliki lebih banyak jiwa menggantikannya. Anda pasti tahu yang satu ini:barisan petunia atau tanaman yang tidak sabar yang terlihat bagus selama sekitar enam minggu dan kemudian berubah menjadi tanaman yang berantakan dan menyedihkan yang harus Anda ganti setiap musim.
Masalah yang timbul akibat terlalu mengandalkan alas tidur tahunan adalah biaya (baik finansial maupun lingkungan), pemeliharaan, dan kurangnya nilai ekologis.
Tanaman ini tidak memberikan manfaat apa pun kepada penyerbuk setelah layu, memerlukan pemenggalan kepala dan penyiraman terus-menerus, serta perlu diganti seluruhnya setiap tahun.
Apa yang harus dilakukan: Bangun taman Anda di sekitar tanaman keras, tanaman asli, dan tanaman semusim yang berbiji sendiri yang tumbuh dengan sendirinya. Fokus pada tanaman yang memberikan bunga sepanjang tahun melalui dedaunan, kepala benih, dan strukturnya, bukan sekadar ledakan warna singkat.
Anda akan menghemat uang, mendukung satwa liar setempat, dan memiliki taman yang terlihat menawan di setiap musim.
11. Tanaman yang Memonopoli Air di Daerah Rawan Kekeringan
Hal ini seharusnya sudah jelas, namun perlu diulang:menanam spesies yang membutuhkan banyak air di wilayah yang tidak mendukung spesies tersebut menjadi semakin tidak dapat diterima.
Tanaman keras taman Inggris subur yang Anda sukai? Jika Anda tinggal di Arizona atau California Selatan, mereka merugikan Anda dan lingkungan. Jumlah air tambahan yang dibutuhkan untuk menjaga mereka tetap hidup tidak dapat dipertahankan.
Apa yang harus dilakukan: Rangkullah xeriscaping dan pilih tanaman toleran kekeringan yang dapat tumbuh subur bahkan ketika kondisi semakin buruk. Teliti makanan dan tanaman hias tahan iklim yang disesuaikan dengan wilayah spesifik Anda.
Tanaman asli selalu menjadi pilihan yang aman, karena mereka telah berevolusi untuk menangani kondisi iklim setempat. Pikirkan sukulen, rumput hias, dan tanaman Mediterania untuk iklim kering.
Intinya
Inilah kesamaan yang dimiliki oleh semua tren “keluar” ini:pemeliharaan tinggi, intensif sumber daya, dan sering kali merugikan alam, bukan melawan alam . Pergeseran yang kita lihat pada tahun 2026 adalah menuju taman yang lebih ramah lingkungan, lebih personal, dan lebih mudah dirawat.
Dunia berkebun kini bergerak ke arah bekerja dengan alam, bukan menentangnya, menciptakan taman yang mencerminkan gaya, nilai-nilai, dan hubungan lebih dalam yang kita miliki dengan dunia di sekitar kita. Artinya, lebih sedikit bahan kimia, lebih sedikit limbah air, dan lebih banyak keanekaragaman hayati.
Apakah ini berarti Anda perlu mencabut seluruh taman jika Anda memiliki beberapa elemen ini? Sama sekali tidak. Perubahan membutuhkan waktu, dan taman berkembang secara alami. Namun jika Anda merencanakan proyek baru atau mempertimbangkan penyegaran, pedoman ini dapat membantu Anda membuat pilihan yang tidak akan Anda sesali dalam beberapa tahun.
Mulailah dari yang kecil. Mungkin Anda mengganti sepetak rumput yang bermasalah itu dengan semanggi di musim semi ini. Atau Anda membiarkan satu bagian halaman Anda tumbuh agak liar untuk melihat tanaman asli apa yang muncul. Ganti mulsa merah cerah dengan kayu cedar alami saat tiba waktunya untuk menyegarkan tempat tidur Anda. Setiap perubahan kecil akan bertambah.
Bagian terbaik dari membuang tren usang ini? Kemungkinan besar Anda akan menghemat uang, mengurangi waktu perawatan, dan menciptakan taman yang lebih baik bagi lingkungan. Itulah yang kami sebut sebagai situasi win-win-win.
Taman Anda harus menjadi tempat yang menyenangkan, bukan sumber stres atau pengurasan sumber daya. Dengan menjauh dari tren yang akan segera berakhir, Anda tidak hanya mengikuti mode berkebun terkini. Anda menciptakan ruang luar yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan bermakna secara pribadi. Dan itu tidak pernah ketinggalan jaman.