
Depositphotos.com
Memulai benih di musim semi adalah salah satu bagian berkebun yang paling menarik, tetapi juga bisa membuat frustasi jika tidak ada tunas yang bertunas. Banyak tukang kebun mengalami masalah tanpa mengetahui penyebab benihnya gagal tumbuh. Kesalahan kecil, mulai dari masalah kelembapan hingga kesalahan waktu dan kesalahan penyimpanan, dapat menyebabkan kekecewaan besar. Mengetahui apa yang harus diperhatikan dapat membuat perbedaan besar. Berikut ini rincian kendala paling umum dalam memulai benih—dan cara mengembalikan kebun Anda ke jalur yang benar.
1. Benih Lama atau Kedaluwarsa

Depositphotos.com
Benih tidak bertahan selamanya. Seiring berjalannya waktu, kemampuan bertunasnya memudar, terutama jika disimpan dalam kondisi lembab atau panas. Meskipun disimpan dengan baik, beberapa benih hanya dapat bertahan selama satu hingga tiga tahun. Menggunakan benih kadaluarsa dapat mengakibatkan perkecambahan buruk atau tidak ada sama sekali. Selalu periksa paket benih untuk mengetahui tanggal pengemasannya. Jika ragu, lakukan uji perkecambahan sebelum menanam dalam jumlah besar.
2. Suhu Tanah Salah

Depositphotos.com
Benih membutuhkan suhu tanah yang tepat untuk berkecambah. Jika tanah terlalu dingin, tanaman mungkin tidak aktif atau membusuk. Sebagian besar tanaman musim panas lebih menyukai suhu tanah antara 65 dan 75 derajat Fahrenheit. Tanaman cuaca dingin seperti selada atau bayam dapat mentolerir suhu yang lebih rendah. Gunakan termometer tanah untuk memeriksa sebelum menabur untuk meningkatkan peluang Anda.
Apakah Anda ingin menyimpan artikel ini?
Kami akan mengirimkannya melalui email agar Anda dapat membacanya nanti!
Dengan menyimpan, Anda setuju untuk menerima email sesekali. Berhenti berlangganan kapan saja.
3. Menyiram Tanah Secara Berlebihan

Depositphotos.com
Terlalu banyak air dapat mematikan benih. Ketika tanah basah, kadar oksigen turun, sehingga benih tidak dapat berkecambah dengan baik. Tanah basah juga dapat mendorong tumbuhnya jamur dan jamur. Sirami tanah secukupnya agar tetap lembab, tidak basah kuyup. Aturan yang baik adalah menjaganya tetap lembap seperti spons yang diperas.
4. Membiarkan Tanah Mengering

Depositphotos.com
Benih membutuhkan kelembapan yang stabil untuk tumbuh. Jika tanah mengering setelah tanam, perkecambahan bisa berhenti total. Hal ini terutama terjadi pada hari-hari pertama setelah tanam. Gunakan botol semprot atau kaleng penyiram yang lembut untuk menjaga permukaan tetap lembap. Menutupi baki dengan plastik dapat membantu menahan kelembapan.
5. Kontak Benih-ke-Tanah yang Buruk

Depositphotos.com
Benih harus menyentuh tanah dengan kuat untuk menyerap air dan mulai tumbuh. Tanaman ini mungkin tidak mendapatkan kelembapan yang cukup jika berada di permukaan atau di tanah yang lapang. Tekan perlahan benih ke dalam tanah setelah disemai. Hal ini membantu mereka menjalin kontak yang dibutuhkan untuk bertunas.
6. Menanam Benih Terlalu Dalam

Depositphotos.com
Mengubur benih terlalu jauh ke dalam akan menyulitkan benih untuk mencapai permukaan. Banyak benih kecil hanya membutuhkan sedikit penutup tanah. Jika ditanam terlalu dalam, mereka mungkin kehabisan energi sebelum menerobos. Ikuti panduan kedalaman pada paket benih. Jika ragu, dangkal biasanya lebih aman daripada dalam.
7. Penanaman Terlalu Dangkal

Depositphotos.com
Meskipun menanam benih terlalu dalam dapat menimbulkan masalah, menempatkan benih terlalu dekat dengan permukaan juga mempunyai risiko. Benih yang dangkal dapat cepat kering atau hilang saat disiram, dan burung juga dapat memakan benih yang terbuka. Pastikan untuk menekannya sedikit ke dalam tanah dan tambahkan lapisan tipis di atasnya jika diperlukan.
8. Menggunakan Wadah atau Tanah yang Tidak Steril

Depositphotos.com
Pot tua dan tanah bekas bisa membawa penyakit. Patogen ini dapat merusak benih bahkan sebelum berkecambah. Untuk memulai pembibitan, sebaiknya gunakan wadah yang bersih dan steril serta campuran pot yang segar. Anda juga dapat memanggang atau mengukus tanah untuk membunuh mikroba berbahaya jika Anda menggunakannya kembali.
9. Kurangnya Cahaya untuk Benih Tertentu

Depositphotos.com
Beberapa benih, seperti selada atau petunia, membutuhkan cahaya untuk berkecambah. Jika Anda menguburnya di bawah terlalu banyak tanah, tanaman tersebut mungkin tidak akan bertunas sama sekali. Selalu periksa apakah jenis benih memerlukan cahaya untuk berkecambah. Taburkan di permukaan dan tekan perlahan tanpa menutupinya.
10. Jenis atau Struktur Tanah Salah

Depositphotos.com
Benih membutuhkan tanah yang gembur dan memiliki drainase yang baik untuk tumbuh subur. Tanah liat yang berat atau tanah yang padat dapat menghalangi udara dan air. Tanah berpasir mungkin terkuras terlalu cepat sehingga mengeringkan benih. Gunakan campuran awal benih atau ubah tanah kebun Anda dengan kompos dan perlit untuk tekstur yang lebih baik.
11. Penyiraman Dingin

Depositphotos.com
Menggunakan air yang sangat dingin untuk melembabkan tanah dapat mengejutkan benih, memperlambat metabolisme dan menunda perkecambahan. Gunakan air bersuhu ruangan untuk menjaga tanah tetap hangat dan membantu benih berkecambah lebih cepat. Periksa suhu air, terutama di dalam ruangan, selama penanaman awal musim semi.
12. Tinggi Garam atau Residu Kimia di Tanah

Depositphotos.com
Garam pupuk sisa atau bahan kimia dari perawatan sebelumnya dapat merusak benih. Residu ini dapat menghalangi penyerapan air atau merusak kulit biji. Selalu bilas wadah bekas dan uji tanah jika Anda mencurigai adanya penumpukan. Hindari pemupukan berlebihan sebelum perkecambahan.
13. Gangguan Hama atau Hewan Pengerat

Depositphotos.com
Serangga, burung, atau hewan pengerat terkadang menggali atau memakan biji-bijian. Anda mungkin tidak akan pernah melihat hamanya, hanya tunas yang hilang. Gunakan penutup baris, jaring, atau kasa jaring halus untuk melindungi bedengan benih. Di dalam ruangan, jauhkan baki dari tanah dan pantau dengan cermat.
14. Pertumbuhan Jamur atau Jamur

Depositphotos.com
Kelembapan yang terlalu tinggi dan aliran udara yang buruk dapat menyebabkan tumbuhnya jamur. Jamur merusak benih dan menciptakan kondisi perkecambahan yang tidak sehat. Gunakan perlengkapan steril, hindari penyiraman berlebihan, dan pastikan ventilasi yang baik. Segera hilangkan jamur yang terlihat dan sesuaikan kebiasaan penyiraman.
15. Tidak Merendam Benih Yang Membutuhkan

Depositphotos.com
Beberapa biji memiliki kulit luar yang keras sehingga memperlambat penyerapan air. Merendamnya sebelum tanam akan melembutkan bulu dan mempercepat perkecambahan. Kacang, kacang polong, dan bit sering kali mendapat manfaat dari perendaman. Berdasarkan jenis benih, ikuti waktu perendaman tertentu, biasanya 4 hingga 12 jam.
16. Melewatkan Persyaratan Stratifikasi

Depositphotos.com
Benih tertentu memerlukan masa dingin untuk mematahkan dormansinya. Ini disebut stratifikasi. Jika Anda melewatkan langkah ini, benih tersebut tidak akan bertunas. Contohnya termasuk lavender, milkweed, dan beberapa bunga liar. Tirulah alam dengan menempatkan benih dalam tisu basah di dalam lemari es selama beberapa minggu.
17. Baki atau Petak Benih yang Ramai

Depositphotos.com
Menanam benih terlalu dekat dapat membatasi aliran udara dan meningkatkan persaingan untuk mendapatkan cahaya dan nutrisi. Bibit yang berkerumun sering kali tumbuh lemah atau tidak tumbuh sama sekali. Tempatkan benih sesuai instruksi paket. Penjarangan bibit di kemudian hari juga membantu tanaman yang paling sehat tumbuh subur.
18. Tingkat Kelembapan Rendah Di Dalam Ruangan

Depositphotos.com
Udara dalam ruangan bisa sangat kering, terutama di musim dingin. Udara kering menyebabkan tanah kehilangan kelembapan dengan cepat. Hal ini dapat menghentikan perkecambahan benih. Gunakan kubah kelembapan atau bungkus plastik untuk memerangkap kelembapan. Misting dengan air juga membantu menjaga kondisi ideal untuk perkecambahan.
19. Menggunakan Air Keran dengan Klorin

Depositphotos.com
Air yang mengandung klor dapat membahayakan mikroba menguntungkan dan benih sensitif. Meskipun sebagian besar benih tahan terhadap air keran, beberapa benih mungkin terhenti karena paparan klorin. Diamkan air semalaman agar klorin menguap. Atau gunakan air hujan atau air yang disaring jika memungkinkan.
20. Waktu atau Zona Salah

Depositphotos.com
Menanam benih terlalu dini atau pada zona yang salah dapat menyebabkan kegagalan. Beberapa benih membutuhkan siang hari yang lebih panjang atau malam yang hangat untuk bertunas. Periksa zona tahan banting USDA dan tanggal beku setempat. Selalu sesuaikan waktu tanam dengan kebutuhan musiman benih.
21. Kesalahan Penilaian Viabilitas Benih

Depositphotos.com
Hanya karena sebuah benih tampak baik-baik saja bukan berarti ia akan tumbuh. Usia, kondisi penyimpanan, atau kerusakan yang tidak terlihat dapat mempengaruhi kelangsungan hidup. Tempatkan beberapa di dalam tisu basah untuk menguji benih dan tunggu 7 hingga 10 hari. Jika sebagian besar tidak bertunas, gantilah benih tersebut dengan benih segar.
Berikan Awal yang Kuat pada Taman Anda

Depositphotos.com
Mengecambahkan benih bisa jadi rumit, tetapi mengetahui kendala umum akan membantu Anda menghindarinya. Setiap detail kecil, mulai dari suhu air hingga jenis tanah, berperan besar dalam kesuksesan taman Anda. Dengan memahami penyebab benih terhenti, Anda dapat membuat pilihan yang lebih baik dan meningkatkan tingkat perkecambahan. Dengan sedikit perhatian dan perhatian, penanaman musim semi Anda dapat tumbuh subur sejak tunas pertama. Selamat berkembang!