
Pusa Shrestha dapat ditanam dengan sukses baik di musim semi-musim panas dan musim hujan di seluruh dataran India Utara. (Sumber gambar representasional:Stok Adobe)
Labu bolu, yang secara lokal disebut Chikni Tori , adalah salah satu sayuran yang paling disukai di India. Baik disajikan langsung dari kebun ke dapur atau dijual di pasar lokal yang ramai, permintaannya selalu tinggi karena teksturnya yang lembut, rasanya yang ringan, dan mudah dicerna. Para petani menghargainya sebagai tanaman karena cepat tumbuh, mudah beradaptasi dengan berbagai iklim, dan cocok dengan rotasi musiman. Namun, hingga saat ini, hanya sedikit pilihan hibrida F1 yang bagus yang tersedia untuk musim semi-musim panas, terutama di dataran India Utara.
Menyadari kebutuhan akan varietas yang dapat memenuhi harapan petani dan konsumen, Institut Penelitian Pertanian India (IARI) mengembangkan Pusa Shrestha (DSGH-9) . Hibrida ini dibiakkan karena kematangan awal, hasil tinggi, bentuk buah seragam, dan ketahanan dalam kondisi suhu tinggi. Dengan peluncuran dan pemberitahuan untuk budidaya komersial, Pusa Shrestha kini menawarkan kepada petani pilihan yang dapat diandalkan untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas.
Fitur Unik Pusa Shrestha
Tanaman Pusa Shrestha bersifat tahunan, tanaman merambat dengan batang berwarna hijau, puber, dan bersudut. Daunnya berukuran sedang, bulat, dengan lobus sedang, dan tersusun heliks di sepanjang sulur. Buahnya yang menjadi andalan sebenarnya, berbentuk memanjang dan silindris, berukuran panjang sekitar 27 cm dan lingkar 13 cm, permukaan halus, rusuk dangkal, dan kulit tebal. Dagingnya yang berwarna putih dan empuk disukai konsumen maupun penjual. Setiap buah memiliki berat rata-rata sekitar 120 gram dan ujung batang serta ujung bunga membulat agar terlihat rata dan menarik.
Panen Lebih Awal dan Hasil Lebih Tinggi
Salah satu keunggulan terbesar Pusa Shrestha adalah kematangannya yang lebih awal. Petani dapat mulai memanen hanya dalam waktu 45–50 hari setelah tanam pada musim semi-musim panas. Dalam uji coba resmi pada tahun 2021 hingga 2023, tanaman ini mencatat hasil rata-rata 19,65 ton per hektar . Lonjakan hasil panen yang signifikan berarti petani dapat memperoleh penghasilan lebih banyak dari lahan yang sama sekaligus memasok pasar lebih awal dibandingkan pesaing.
Kondisi Pertumbuhan yang Cocok
Pusa Shrestha dapat tumbuh dengan sukses baik pada musim semi-musim panas maupun musim hujan di seluruh dataran India Utara. Tanaman ini lebih menyukai tanah lempung atau tanah lempung berpasir yang memiliki drainase baik dan merespons dengan baik penambahan 20–25 ton pupuk organik yang sudah terurai dengan baik per hektar sebelum persiapan lahan.
Untuk penyemaian, petani membutuhkan 2,5–3 kg benih per hektar, dan benih diberi 2 g Captan atau Thiram per kilogram sebelum ditanam. Untuk tanaman musim panas, penaburan dilakukan pada pertengahan hingga akhir Februari, sedangkan untuk tanaman hujan dilakukan menjelang akhir Juni. Jarak tanam yang disarankan adalah 3,5–4 meter antar baris dan 60–75 cm antar bukit.
Pengelolaan Tanaman dan Pemupukan
Tanaman membutuhkan dosis pupuk NPK 100:80:60 kg per hektar. Setengah dari nitrogen harus diberikan pada saat persiapan lahan, dan setengah sisanya 30 hari setelah tanam dan sesaat sebelum pembungaan. Irigasi harus diberikan melalui saluran, dengan penyiraman yang sering selama musim panas dan penyiraman yang lebih sedikit selama musim hujan sesuai dengan kondisi cuaca. Pembumian penting untuk menutupi akar dengan baik, terutama di musim hujan. Dua hingga tiga sesi pencangkulan dan penyiangan membantu menjaga tanaman tetap sehat dan kuat.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Seperti tanaman sayuran lainnya, labu bolu rentan terhadap hama dan penyakit, namun pengelolaan yang tepat waktu dapat mencegah kerugian yang serius. Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan membuang dan memusnahkan buah yang terserang, menggunakan umpan beracun, dan memasang perangkap cahaya di malam hari. Semprotan malathion dengan 2 mL per liter air juga dapat membantu.
Untuk penyakit embun tepung, semprotkan Bavistin 0,1–0,2% dua kali dengan interval sepuluh hari, sedangkan penyakit bulai dapat diatasi dengan Ridomil (0,2%) atau Dithane M-45 (0,2%) setiap delapan hari. Pengendalian penyakit layu fusarium dapat dilakukan dengan cara menyiram tanah di sekitar tanaman dengan Bavistin. Tanaman apa pun yang menunjukkan gejala virus mosaik harus segera dicabut untuk mencegah penyebaran, dan semprotan insektisida seperti Imidacloprid, Dimethoate, atau Metasystox pada dosis yang dianjurkan dapat mengurangi penularan virus.
Perawatan Panen dan Pasca Panen
Buah sebaiknya dipetik saat masih belum matang untuk mendapatkan kualitas dan nilai pasar terbaik. Pemetikan secara teratur mendorong pembuahan lebih banyak dan mencegah kematangan berlebih. Rata-rata, petani dapat memperoleh hasil panen sebesar 19,65 ton per hektar pada musim semi-musim panas. Untuk penanganan pascapanen, buah sebaiknya ditempatkan dalam peti plastik yang dilengkapi bahan pengisi, bukan dalam karung goni untuk mencegah memar selama pengangkutan.
Pusa Shrestha mewakili langkah maju yang besar dalam budidaya labu spons bagi para petani di India Utara. Kematangan awal, hasil tinggi, kualitas buah menarik, dan kemampuan beradaptasi menjadikannya pilihan ideal untuk budidaya komersial. Dengan pengelolaan tanaman yang tepat, pengendalian hama, dan penanganan pasca panen, hal ini dapat membantu petani memperoleh keuntungan yang lebih baik sekaligus memasok produk berkualitas premium ke pasar. Di saat efisiensi dan kualitas sangat penting bagi keberhasilan pertanian, Pusa Shrestha menawarkan solusi yang memenuhi kedua tuntutan tersebut.
Pertama kali diterbitkan pada:12 Agustus 2025, 09:51 IST
Uji Pengetahuan Anda pada Kuis Hari Cagar Biosfer Internasional. Ikuti kuis