
Depositphotos.com
Berkebun cerdas bukan hanya tentang menanam tanaman yang indah. Ini juga tentang bersikap baik terhadap planet kita dengan menggunakan kembali barang-barang sehari-hari daripada membuangnya. Berkebun bisa menjadi mahal dengan semua pot, peralatan, dan perlengkapan khusus tersebut.
Tapi coba tebak? Rumah Anda penuh dengan harta karun berkebun sempurna yang menunggu kehidupan kedua. Mari kita lihat 15 barang umum yang dapat Anda gunakan kembali di taman dan menghemat uang sekaligus membantu lingkungan.
1. Wadah Plastik untuk Bibit

Depositphotos.com
Wadah plastik berisi makanan untuk dibawa pulang, ayam rotisserie, dan campuran salad bisa menjadi rumah kaca mini yang sempurna untuk memulai benih. Cuci saja sampai bersih, buat beberapa lubang drainase di bagian bawah, tambahkan tanah, dan tanam benih Anda. Tutupnya yang bening menciptakan lingkungan yang sempurna untuk perkecambahan.
Wadah yogurt, botol soda yang dipotong menjadi dua, dan wadah buah plastik juga bisa digunakan. Beri label pada tanaman tersebut dengan spidol permanen agar Anda ingat apa yang Anda tanam. Trik sederhana ini menghemat uang untuk pembelian peralatan pembibitan dan menjauhkan plastik dari tempat pembuangan sampah.
2. Cangkang Telur sebagai Pemula Benih Biodegradable

Depositphotos.com
Daripada membuang kulit telur ke tempat sampah, bilaslah dan simpan bagiannya. Mereka merupakan permulaan benih biodegradable sempurna yang dapat langsung ditanam di kebun. Cukup isi setiap setengah cangkang bersih dengan campuran awal benih, tanam benih Anda, dan masukkan ke dalam karton telur hingga siap untuk dipindahkan.
Kalsium dalam cangkang terurai di dalam tanah dan memberi makan tanaman Anda yang sedang tumbuh. Ini bekerja sangat baik terutama untuk benih kecil seperti herba dan selada. Pecahkan sedikit bagian bawahnya sebelum ditanam agar akar dapat tumbuh dengan mudah.
Apakah Anda ingin menyimpan artikel ini?
Kami akan mengirimkannya melalui email agar Anda dapat membacanya nanti!
Dengan menyimpan, Anda setuju untuk menerima email sesekali. Berhenti berlangganan kapan saja.
3. Ampas Kopi Sebagai Pupuk

Shutterstock.com
Ritual minum kopi pagi Anda menciptakan tambang emas di taman. Ampas kopi bekas berfungsi sebagai pupuk yang sangat baik, terutama untuk tanaman yang menyukai asam seperti blueberry, azalea, dan mawar. Mereka menambahkan nitrogen ke dalam tanah saat mereka terurai dan memperbaiki struktur tanah.
Taburkan ampas bekas langsung di sekitar tanaman atau tambahkan ke tumpukan kompos Anda. Beberapa tukang kebun membuat “teh kopi” dengan merendam ampas kopi dalam air semalaman dan menggunakan cairan tersebut sebagai pupuk lembut. Banyak kedai kopi bahkan memberikan sekantong ampas bekas secara gratis jika Anda memintanya.
4. Koran untuk Pemberantasan Gulma

Depositphotos.com
Sebelum Anda mendaur ulang tumpukan koran itu, pertimbangkan untuk menggunakannya di taman Anda. Lapisan koran bisa menjadi penghalang gulma yang sangat baik jika ditempatkan di sekitar tanaman yang sudah ada dan ditutup dengan mulsa. Kertas ini menghalangi cahaya untuk mencegah pertumbuhan gulma sekaligus membusuk secara perlahan dan menambahkan bahan organik ke dalam tanah.
Kebanyakan surat kabar modern menggunakan tinta berbahan dasar kedelai yang aman untuk taman. Hindari sisipan mengkilap atau halaman berwarna, karena mungkin mengandung logam berat. Lapisan setebal 5-10 lembar adalah yang terbaik dan akan bertahan sepanjang musim tanam.
5. Botol Anggur sebagai Tepi Taman

Depositphotos.com
Botol anggur kosong dapat menciptakan batas taman yang indah dan berwarna-warni jika sebagian terkubur di dalam tanah. Mereka menangkap cahaya dengan indah dan menambahkan sentuhan imajinasi sambil mendefinisikan tempat tidur taman dengan jelas. Botol berwarna hijau dan biru terlihat sangat mencolok di taman.
Untuk hasil terbaik, kubur botol sekitar sepertiga bagiannya ke dalam tanah. Mereka bekerja dengan baik di sepanjang jalan setapak dan di sekitar hamparan bunga. Beberapa tukang kebun bahkan menggunakannya untuk membuat pohon botol atau seni taman dekoratif lainnya.
6. Karton untuk Mulsa Lembaran

Shutterstock.com
Kotak karton dari belanja online itu bisa menjadi bahan mulsa lembaran yang sempurna. Letakkan karton rata tepat di atas rumput atau area yang subur, tumpang tindih tepinya, dan tutupi dengan kompos dan mulsa. Hal ini menciptakan hamparan taman baru tanpa menggali atau menggunakan herbisida.
Karton tersebut mematikan gulma dan rumput sambil membusuk secara bertahap untuk menyuburkan tanah. Lepaskan selotip atau label apa pun terlebih dahulu, dan gunakan karton berwarna coklat polos daripada bahan cetakan mengkilap. Teknik ini sangat cocok untuk memperluas hamparan taman atau membuat hamparan taman baru dengan sedikit usaha.
7. Cangkir Yogurt untuk Label Tanaman

Depositphotos.com
Gelas yogurt plastik kecil dapat dipotong-potong untuk membuat penanda tanaman yang tahan lama. Potong sisi-sisinya menjadi potongan berukuran 1 inci, gunakan spidol permanen untuk menuliskan nama tanaman, dan tempelkan ujung runcing ke dalam tanah. Label ini bertahan lebih lama dibandingkan label plastik tipis yang disertakan dengan tanaman.
Untuk pilihan yang lebih terlihat, biarkan cangkir tetap utuh, tuliskan nama tanaman di sampingnya, dan letakkan cangkir secara terbalik pada tiang di dekat tanaman Anda. Latar belakang putih membuat nama tanaman mudah dibaca dari jarak jauh.
8. Sepatu Bot dan Sepatu Tua sebagai Penanam Unik

Depositphotos.com
Sepasang sepatu bot hujan atau sepatu kerja yang sudah usang dapat menemukan kehidupan baru sebagai penanam taman yang menawan. Bor beberapa lubang drainase di bagian bawah, tambahkan tanah pot, dan tanam bunga atau tanaman tambahan. Sepatu bot anak-anak yang ukurannya terlalu besar sangat cocok untuk tanaman kecil seperti sukulen atau herba.
Tempatkan pekebun unik ini di dekat teras atau pintu masuk taman Anda untuk memulai percakapan. Sepatu bot karet bertahan paling lama di luar ruangan, tetapi sepatu kulit juga bisa digunakan jika disimpan di tempat yang agak terlindungi. Hal ini menambah kepribadian pada taman Anda sekaligus menjauhkan barang-barang bagus dari tempat pembuangan sampah.
9. Pot Terakota Rusak untuk Drainase

Depositphotos.com
Jika pot terakota pecah, simpanlah potongannya. Pecahan-pecahan ini menjadi bahan drainase yang sempurna untuk dasar wadah baru. Tempatkan lapisan pecahan pot di atas lubang drainase sebelum menambahkan tanah pot untuk mencegah tanah tersapu sekaligus membiarkan kelebihan air mengalir.
Potongan yang lebih besar juga dapat dikubur sebagian di taman untuk membuat dinding penahan mini atau aksen dekoratif. Beberapa tukang kebun bahkan sengaja memecahkan pot untuk membuat seni mosaik sebagai batu loncatan atau dekorasi taman.
10. Tabung Kertas Toilet untuk Memulai Benih

Shutterstock.com
Tabung karton dari tisu toilet dan tisu menjadi permulaan benih biodegradable yang sempurna. Tempatkan mereka tegak di nampan tahan air, isi dengan tanah pot, dan tanam benih Anda. Jika bibit sudah siap dipindahkan, seluruh tabung bisa langsung masuk ke kebun.
Untuk stabilitas ekstra, buat empat potongan kecil di bagian bawah setiap tabung dan lipat ke bawah untuk membuat alas. Kartonnya cepat rusak di kebun, dan tabungnya berukuran sempurna untuk sebagian besar bibit sayuran. Hal ini mengurangi guncangan transplantasi karena akar tidak terganggu selama penanaman.
11. Kantong Teh Celup Bekas untuk Tanaman Pencinta Asam

Shutterstock.com
Kantong teh bekas dapat bermanfaat bagi tanaman yang menyukai asam seperti pakis, rhododendron, dan bunga kamelia. Kubur sedikit kantong teh bekas di dekat akar tanaman ini untuk melepaskan nutrisi secara perlahan dan meningkatkan keasaman tanah secara perlahan. Lepaskan staples atau label terlebih dahulu, terutama jika menggunakan teh celup berbahan sintetis.
Daun teh juga dapat dituang langsung ke tempat sampah kompos atau ditaburkan di sekitar tanaman sebagai mulsa ringan. Banyak tukang kebun menyimpan kantong teh sepanjang musim dingin untuk digunakan pada penanaman musim semi. Teh hijau dan hitam paling cocok untuk tujuan ini.
12. Peralatan Dapur Lama sebagai Taman Kontainer

Depositphotos.com
Teko yang pecah, mangkuk pecah, atau saringan berkarat tidak perlu dibuang. Gunakan kembali barang-barang ini sebagai wadah taman yang unik. Saringan dan saringan logam tua sudah memiliki lubang drainase dan terlihat menawan ditanami tumbuhan atau bunga yang mengalir.
Teko dan wadah kuah cocok untuk tanaman kecil dalam ruangan atau sukulen. Bak cuci logam tua bisa menjadi kebun sayur mini. Bahkan mug yang terkelupas pun dapat menemukan kehidupan baru dengan memegang tanaman kecil di ambang jendela yang cerah. Hal ini menambah pesona vintage pada taman Anda sekaligus memanfaatkan barang-barang yang seharusnya dibuang.
13. Cabang Pohon sebagai Teralis Alami

Depositphotos.com
Setelah memangkas pohon atau semak, simpan dahan yang kokoh untuk membuat teralis dan penyangga yang tampak alami untuk tanaman memanjat. Cabang yang lurus dapat ditancapkan ke dalam tanah di sekitar tanaman tomat muda. Cabang dengan banyak cabang kecil sangat cocok untuk menopang kacang polong.
Untuk teralis yang lebih rumit, ikat beberapa cabang dengan benang taman untuk membuat bentuk tepee atau panel datar. Penyangga pedesaan ini berpadu indah dengan lanskap taman dan terurai secara alami setelah satu atau dua musim digunakan.
14. Air Masak Bekas untuk Nutrisi Tanaman

Depositphotos.com
Air yang digunakan untuk merebus telur, sayuran, atau pasta mengandung nutrisi berharga yang disukai tanaman. Biarkan hingga benar-benar dingin, lalu gunakan untuk menyiram tanaman kebun alih-alih membuangnya ke saluran pembuangan. Air yang sedikit kaya nutrisi ini sangat baik untuk tanaman kontainer yang membutuhkan pemberian makanan secara teratur.
Hindari menggunakan air yang mengandung garam, minyak, atau mentega. Air rebusan sayuran mengandung sedikit vitamin dan mineral yang hilang selama pemasakan. Beberapa tukang kebun mengumpulkan air ini di tempat penyiram khusus di dekat wastafel dapur.
15. Kantong Produksi Jaring untuk Mengeringkan Jamu

Shutterstock.com
Kantong jaring yang menampung bawang bombay, buah jeruk, dan produk lainnya merupakan kantong pengering yang sempurna untuk tanaman herbal. Cukup kumpulkan segenggam batang herba, ikat dengan benang, masukkan ke dalam kantong jaring, dan gantung di tempat yang hangat dan kering. Jaring ini memungkinkan udara bersirkulasi sekaligus mencegah debu menempel pada herba yang mengering.
Kantong ini juga dapat digunakan untuk menyimpan umbi seperti bawang putih dan bawang merah setelah panen. Beberapa tukang kebun bahkan menggunakannya sebagai scrubber untuk membersihkan sayuran kebun yang kotor atau sebagai penutup pelindung untuk buah-buahan yang sedang berkembang untuk mencegah serangga dan burung.
Berkebun Cerdas Dimulai Dengan Penggunaan Kembali Secara Kreatif

Depositphotos.com
Melihat sekeliling rumah Anda dengan pandangan seorang tukang kebun mengungkapkan banyak sekali peluang untuk menggunakan kembali barang-barang sehari-hari. Solusi kreatif ini tidak hanya menghemat uang tetapi juga mengurangi limbah dan menambah karakter taman Anda. Taman yang paling ramah lingkungan adalah taman yang memanfaatkan apa yang sudah Anda miliki.
Lain kali Anda akan membuang sesuatu ke tempat sampah atau tempat sampah daur ulang, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri Anda apakah benda tersebut mungkin memiliki kehidupan kedua di taman Anda. Tukang kebun yang cerdas tahu bahwa sampah kemarin sering kali menjadi harta karun taman di masa depan hanya dengan sedikit imajinasi.